Senin, 08 Juni 2015

ARTIKEL : Menciptakan Pembelajaran yang Menyenangkan



MENCIPTAKAN PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN

Lina Nurlina
BSDIV PGSD FIP, Universitas Muhammadiyah Jakarta

ABSTRAK
Hal yang membuat siswa bosan dan tidak nyaman dalam belajar adalah adanya pembelajaran yang tidak menyenangkan atau kurang menarik perhatian siswa. Bukan hanya karena faktor ketidakmampuan siswanya saja, tapi faktor gurunya juga berpengaruh. Padahal terdapat berbagai cara guru untuk membuat siswa menjadi menyenangkan dalam proses pembelajaran seperti : 1) menyapa siswa dengan ramah dan bersemangat. 2) menciptakan suasana rileks. 3) memotivasi siswa. 4) menggunakan ice breaking. 5) menggunakan metode pembelajaran yang variatif. 6) pemilihan media pembelajaran. Dengan beberapa faktor tersebut juga dapat membantu siswa untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa yang bisa berpengaruh pada prestasi belajar yang dipilih.

Kata Kunci : Pembelajaran menyenangkan

PENDAHULUAN
Sebagian besar siswa merasa jenuh terhadap materi yang disampaikan oleh guru jika guru tidak dapat menyampaikannya secara menyenangkan, kreatif dan aktif. Semakin lama siswa akan menjadi malas, bosan dan tidak bersemangat lagi dalam belajar. Tentunya hal ini bukan hanya dari dalam siswanya saja yang tidak mampu menguasai materi yang diberikan, guru harus tahu bahwa dalam proses pembelajaran yang dilakukannya belum berhasil dan harus lebih di kembangkan lagi dengan memiliki cara-cara tertentu.
Guru tidak dapat menyalahkan siswa mengapa ia tidak mampu menguasai materi yang diajarkan, guru dapat memperbaiki pembelajarannya karena  memang banyak cara yang dapat dilakukan agar tidak berdampak pada siswanya, dan menjadikan kebiasaan guru yang dapat menyenangkan siswa. Apalagi hal tersebut sudah diamanatkan dalam Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 tentang sisdiknas dan Peraturan Pemerintah No 19 tentang Standar Pendidikan Nasional. Undang-undang No. 20 Pasal 40 ayat 2 berbunyi : “Guru dan tenaga kependidikan berkewajiban suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis.” Selain itu dalam Pasal 19 ayat 1 berbunyi : “Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.”
Amanat perundang-undangan mengenai penyelenggaraan pendidikan tersebut sering kita dengar dengan istilah PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). Untuk dapat melaksanakan amanat perundang-undangan tersebut, guru hendaknya mengubah paradigm mengenai mengajar siswa menjadi membelajarkan siswa. Di samping itu, guru harus memahami hakikat PAKEM dan menguasai berbagai strategi/model pembelajaran yang berorientasi pada PAKEM.

METODE
Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Yang mengkaji berbagai literatur untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi.

HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Pembelajaran Menyenangkan
Secara bahasa pembelajaran merupakan terjemahan dari kata instruction (Inggris). Kata pembelajaran itu sendiri memiliki variasi pemaknaan. Meskipun demikian dari variasi pemaknaan kata pembelajaran kebanyakan menunjuk pada upaya untuk membelajarkan siswa. Saylor, et al (1981:257), menyatakan “Pembelajaran itu adanya dua hal yaitu adanya aktivitas individu siswa dan adanya lingkungan yang dikondisikan secara khusus untuk mengarahkan aktivitas siswa. Dimana tujuan dari aktivitas ini yaitu agar terjadi belajar pada siswa. Lebih jelas lagi Gagne, et al. menyatakan bahwa pembelajaran adalah serangkaian aktivitas untuk membantu mempermudah seseorang belajar, sehingga terjadi belajar secara optimal. Dalam proses pembelajaran merujuk pada segala peristiwa (events) yang bisa memberikan pengaruh langsung terjadinya belajar pada manusia.
Dengan demikian, dalam konteks pembelajaran di sekolah guru adalah salah satunya, bukan satu-satunya.
Selain daripada itu, Rmizowski (1981:4) menjelaskan bahwa pembelajaran itu memiliki dua cirri yaitu aktivitas yang berorientasi pada tujuan yang pesifik serta adanya sumber dan aktivitas belajar yang telah direncanakan sebelumnnya. Tujuan, sumber, dan aktivitas belajar yang ditetapkan sebelum proses belajar mengajar terjadi inilah yang terpenting. Apakah tujuan itu ditetapkan oleh guru atau pihak luar lainnya, apakah kegiatan itu menggunakan variasi yang unik atau hanya satu metode dan apakah metode itu diputuskan oleh guru atau siswa itu masalah lain.
Pembelajaran yang menyenangkan adalah pembelajaran yang dapat dinikmati siswa dengan nyaman dan mengasyikan. Perasaan mengasyikan mengandung unsur inner motivation, yaitu dorongan keingintahuan yang disertai upaya mencari tahu sesuatu.
Menurut Suprijono (2009) pembelajaran menyenangkan adalah pembelajaran dengan Socio emotional climate positif. Peserta didik merasa bahwa proses belajar yang dialaminya bukan sebuah derita yang mendera dirinya, melainkan berkah yang harus disukurinya. Belajar bukanlah tekanan jiwa pada dirinya, namun merupakan panggilan jiwa yang harus ditunaikannya.
Pembelajaran menyenangkan bukan berarti selalu diselingi dengan lelucon, banyak bernyanyi atau tepuka tangan yang meriah, tetapi pembelajaran yang menyenangkan itu dapat dikatakan apabila di dalamnya terdapat suasana yang rileks, bebas dari tekanan, aman dan menarik, bangkitnya minat belajar, adanya keterlibatan penuh, perhatian peserta didik tercurah, lingkungan belajar yang menarik, bersemangat, perasaan gembira, konsentrasi tinggi. Sementara sebaliknya pembelajaran menjadi tidak menyenangkan apabila suasana tertekan, perasaan terancam, perasaan menakutkan, merasa tidak berdaya, tidak bersemangat, malas/tidak berminat, jenuh/bosan, suasana pembelajaran monoton, pembelajaran tidak menarik siswa. (Dra. Indrawati, M.Pd dan Drs. Wawan Setiawan, 2009, hlm. 24)

B.     Menciptakan Pembelajaran yang Menyenangkan
Untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, guru dapat melakukn beberapa hal di bawah ini :
1.      Menyapa siswa dengan ramah dan bersemangat
Menciptakan awal yang berkesan sangat penting karena akan mempengaruhi proses selanjutnya. Jika awalnya baik, menarik, dan memikat, maka proses pembelajaran akan lebih hidup dan menggairahkan.
Dengan hal tersebut, di setiap awal pertemuan pembelajaran guru harus memberikan sapaan yang membuat siswa bersemangat misalnya “Selamat pagi anak-anak, apa kabar hari ini? Sudah pada sarapan semuanya? Haayoo, yang lemas jawabnya berarti belum sarapan ya ?” dengan pertanyaan seperti itu atau pertanyaan yang lain sebagainya berlaku positif dapat membangkitkan semangat siswa untuk dapat memulai pelajarannya di hari itu. Dan dengan perilaku guru yang ramah, siswa merasa lebih dekat dengan gurunya dan dapat membuat siswa lebih aktif.

2.      Menciptakan Suasana Rileks
Menciptakan suasana rileks dengan menciptakan lingkungan yang nyaman. Hal ini dapat dilakukan seperi menata ruang kelas dibentuk se cocok mungkin, mengatur ventilasi dan tata cahaya. Selain itu hal yang berkenaan siswa jika ada kesalahan ketika menjawab sebuah pertanyaan dari guru jangan di tegur atau di marahi tapi guru hanya dapat menjawab “tidak apa-apa, namanya juga belajar.” Dengan demikian siswa tidak akan takut untuk mencoba menjawabnya lagi dilain waktu.

3.      Memotivasi Siswa
Pembelajaran tidak akan bermakna jika para siswa tidak termotivasi untuk belajar. Maka dari itu perlunya dorongan untuk membangkitkan siswa. Guru wajib berupaya sekeras mungkin untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Secara khusus guru perlu melakukan berbagai upaya secara nyata untuk meningkatkan motivasi belajar siswanya, misalnya berupa stimulus model pembelajaran yang menarik memungkinkan respon yang baik dari siswa. Respon yang baik tersebut akan membuat siswa menjadi terdorong untuk mengikuti proses pembelajaran dengan penuh perhatian dan antusias tanpa mengikuti pembelajaran dengan terpaksa atau asal-asalan.

4.      Menggunakan Ice Breaking
Tujuan ice breaking adalah pencair suasana agar dalam kondisi yang optimal. Semua guru tentunya pernah mengalami situasi belajar yang beku dan membosankan. Dengan adanya ice breaking dapat dilakukan pada awal jam masuk atau saat jam terakhir ketika siswa sudah merasakan kejenuhan.
Ice breaking dapat mengembalikan konsentrasi siswa yang sudah tidak fokus. Ice breaking dapat dilakukan kurang lebih 15 menit. Ice breaking bisa berupa yel-yel, menyanyi, gerak dan gerak lagu, gerak anggota badan dan games.

5.      Menggunakan Metode yang Bervariatif
Metode adalah cara atau teknik untuk mencapai tujuan khusus tertentu. Karena dalam pembelajaran itu biasanya terdapat lebih dari satu metode yang digunakan. Meskipun pada dasarnya satu metode bisa digunakan untuk mencapai lebih dari satu tujuan, akan tetapi untuk pertimbangan variasi dan motivasi belajar siswa sebaiknya pembelajaran menggunakan metode yang bervariasi.
Dengan metode yang bervariatif guru tidak hanya terpaku menggunakan satu metode saja tetapi dapat melakukan beberapa metode seperti metode ceramah, selain itu metode Tanya jawab, metode diskusi, metode latihan, metode demonstrasi dan eksperimen, metode karyawisata, metode kerja kelompok. Dari satu metode guru dapat melakukan dengan hal yang berbeda dan hrus lebih kreatif lagi.

6.      Pemilihan Media Pembelajaran
Menentukan jenis media pembelajaran harus diperhatikan dengan benar, yang akan guru buat itu apakah semacam alat bantu guru dalam mengajar (presentasi) ke siswa atau kita arahkan untuk bisa dibawa pulang siswa untuk belajar mandiri di rumah atau sekolah.­­­

Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas dapat ditegaskan bahwa pembelajaran yang menyenangkan adalah pembelajaran yang dapat dinikmati siswa dengan nyaman dan mengasyikan. Banyak cara yang dapat dilakukan guru agar tidak berdampak pada siswanya, dan menjadikan kebiasaan guru yang dapat menyenangkan siswa. Hal itu tidak akan membuat siswa jenuh, bosan, perasaan malas, semuanya tidak akan terjadi jika guru memiliki suatu cara yang bisa membuat siswanya nyaman dan menyenangkan dalam menyenangkan.

Saran
Guru harus lebih kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran. Diantaranya melakukan siswa dengan ramah dan bersemangat, menciptakan suasana rileks, memotivasi siswa, menggunakan ice breaking, menggunakan metode pembelajaran yang variatif, dan pemilihan media pembelajaran juga perlu dilakukan. Dengan cara seperti itu dapat membangkitkan semangat siswa untuk tidak malas belajar, dan dalam mengikuti pembelajaran akan terasa menyenangkan.

DAFTAR PUSTAKA
Indrawati, M.Pd dan Wawan Setiawan, 2009, Modul Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Diterbitkan oleh PPPPTKIPA.
Kurniawan, Deni. Pembelajaran Terpadu Tematik (Teori, Praktik, dan Penilaian): Alfabeta Bandung, 2014.
Muhammad Abduh. Menciptakan Pembelajaran yang Menyenangkan. sumsel.kemenag.go.id/file/file/TULISAN/jgri1331699416.pdf


 Untuk mendownload via file pdf , klik disini :  Artikel Menciptakan Pembelajaran yang Menyenangkan

Tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas :
Mata Kuliah : Pembelajaran PKn di SD
Dosen : Dirgantara Wicaksono, M.Pd